Selasa, 11 Agustus 2015

Jiwa Pejuang (Susi Murid Ku)


Seminggu telah berlalu melewati hari  hari yang indah di bungan, sebelumnya saya belum pernah kerja di perusahaan atau mengajar di sekoah, dulu pernah ikut kerja di lembaga survey indonesia, itu pun kerjanya pas moment – moment tertentu. Ya kerjanya survey itu sangat menyenangkan sekali seperti mengunjungi tempat – tempat baru dan bertemu dengan orang – orang yang belum kita kenal sebelumnya.

                Entah kenapa ketika bertemu dengan masyarakat menjadi hal yang paling menyenangkan dari pada berkutat dengan dengan laptop seharian di kantordalam ruangan ber AC. Kayak pernah merasa saja, iya dulu saya pernah ikut kerja tim tabulasi data.
                Tapi kerjaan itu sangat membosankan hahaha, entah kenapa, tapi berssyukur sekali bisa menjadi pengajar muda karena kembali mengunjungi daerah baru dan bertemu anak – anak yang lucu dan masyarakat yang sangat baik.
Anak murid ku tiba tiba menuliskan di buku harian mereka  bahwa dia ulang tahun hari ini, selanjutnya aku berencana merayakannya dengan memberikan motivasi di bukunya, bahwa dia tidak boleh putus sekolah dan harus menyelesaikan pendidikannya sampai tamat SMA kalau bisa kamu lanjut menuju kuliah.
                Inilah kalimat yang pertama murid ku tulis di buku harian yang ku berikan padanya “ Hari ini aku ingin belajar dengan giat, sampai cita – cita ku dapat ku raih. Aku juga ingin membantu orang tua tapi mereka tidak ingin aku terlambat sekolah, aku sangat sedih melihat mereka bekerja sendiri”
                Tulisan yang sangat jujur dari seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 5, bagaimana dia ingin mencapai cita – citanya. Susi teruslah bermimpi dan gapai semua impian yang telah di tulis di buku harian  mu. Karena suatu saat kamu hanya akan melihat coretan coretan impian yang telah kamu capai.
                Susi tinggal bersama kakek dan neneknya sedangkan ibu dan ayahnya kerja. Sore hari itu tiba – tiba “bapak mau beli pisang molen ? “ menoleh ke sumber suara tersebut dan ku lihat wajah anak murid ku kelas lima ini susi, ia tersenyum kepada ku sambi keringat mengalir di dahinya, ya keringat lelah berkeliling menjajakan pisang molennya itu.
                Aku tersenyum kepadanya dan sambil bilang iya sini bapak beli , dan kebetulan di rumah sedang ada murid – murid kelas satu yang sedang belajar bersama. Jadil kami makan pisang molen sambil belajar bersama murid – murid kelas satu.

                Susi memiliki jiwa pejuang yang punya kemauan keras akan impian dan cita – cita, nak orang – orang sukses bukanlah orang yang duduk santai sambil menghayalkan impiannya tapi mereka adalah orang – orang yang memiliki kemauan  keras dan berusaha dengan sungguh – sungguh akan impiannya itu.

0 komentar:

Posting Komentar