Makalah Daurah Marhalah II KAMMI
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Dalam rangka kegiatan Daurah Marhalah II yang diadakan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Komisariat Daerah Jambi untuk meningkatkan kapasitas diri dan pemahaman kader tentang pergerakan dan ke KAMMIan dari AB I menuju AB II dimana saya di berikan judul makalah “ Studi Ikhwanul Muslimin dalam strategi dakwah dan politik ”
Krisis multidimensional ini tidak bisa dibiarkan berlangsung, harus ada langkah-langkah praktis agar harga diri sebagai umat dan bangsa kembali mulia
”Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu beriman.” (QS. Ali Imran: 139).
Keimanan dan ketakwaan akan memiliki signifikansinya dalam proses perubahan kehidupan ini jika diimplementasikan secara aplikatif.
”Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah wasilah untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan bersungguh-sungguhlah di dalamnya agar kamu beruntung.” (QS. Al-Maidah: 35)
. Wasilah itu sudah digariskan al-Qur’an secara jelas dengan menciptakan tandzim (organisasi) gerakan.
”Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104).
”Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya berbaris teratur bagaikan bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. Ash-Shaff: 4)
KAMMI sebagai organisasi pergerakan (harakatut tajnid) memiliki peran strategis untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar secara elegan. Namun gerakan dakwah akan mengalami kelesuan jika tidak diimbangi dengan memaksimalkan fungsinya sebagai organisasi pengkaderan (harakatul ’amal). Al-Qur’an pun secara spesifik menetapkan program kerja kaderisasi yang bersifat permanen.
”Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).” (QS. Al-Anfal: 60).
Ayat ini memandu gerakan untuk selalu memberikan perhatian lebih pada kaderisasi. Di samping itu, ayat ini juga memberi isyarat bahwa out put kader yang dihasilkan harus memiliki ketangguhan serta kompetensi yang diperhitungkan publik.
Keberadaan kader yang tangguh ini merupakan prasyarat terwujudnya momentum yang Allah janjikan bahwa kelak negeri ini akan berada di bawah tampuk kepemimpinan Islam yang adil serta ditopang oleh infrastruktur orang-orang shaleh yang kuat.
Ikhwanul Muslimin adalah sebuah gerakan Islam terbesar di zaman modern ini. Seruannya ialah kembali kepada islam sebagaimana yang termaktub di salam Al – Qur’an dan As-sunnah serta mengajak kepada penerapan syariat islam dalam kehidupan nyata. Dengan tegar gerakan ini telah mampu membendung arus sekularisasi di dunia Arab dan Islam.
Ikhwanul Muslimin merupakan salah satu pergerakan yang ideologi sama dengan KAMMI salah satunya, Allah tujuan kami, Rasulullah SAW teladan kami. Dan Ikhwanul Mulimin studi orientasinya adalah dakwah dan politik.
1.2 Rumusan Masalah
1. Ikhwanul Muslimin ????
2. Bagaimana Strategi Dakwah Ikhwanul Muslimin ????
3. Bagaimana Orientasi Ikhwanul Muslimin di Bidang Politik ????
1.3 Batasan Masalah
1. Membahas tentang Ikwanul Muslimin
2. Strategi Dakwah Ikhwanul Muslimin
3. Strategi Politik Ikhwanul Muslimin
1.4 Tujuan dan Manfaat
1. Memahami Ikhwanul Muslimin sendiri, strategi Dakwah dan Politik
Senin, 04 Juli 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar