Senin, 04 Juli 2011

Ikhwanul Muslimin

BAB II
Tinjauan Pustaka
2.1 Ikhwanul Muslimin
a. Berdirinya Ikhwanul Muslimin
Ikhwanul Muslimin didirikan oleh syaikh Hasan bin Ahmad bin Abdurrahman al-Banna. Beliau dilahirkan tahun 1906 di Mesir di lingkungan yang islami. Orang tuanya adalah seorang ulama terkemuka di Mesir pada massanya.
Hasan al-Banna menyelesaikan pendidikan dasar nya dikampungnya. Di SD beliau telah hafal sebagian besar al-Qur’an. Kemudian, beliau pindah ke Madrasah Mu’allimin di Damanhur dan menamatkan pendidikan di Darul ‘Ulum Kairo dan menjadi guru pada tahun 1927.
Ia menjadi guru sekolah dasar di Ismailliyah. Dari Ismailliyah inilah ia memulai aktivitas keagamaannya ditengah – tengah masyarakat , terutama di warung – warung kopi dihadapan karyawan proyek Terusan Suez.
Ikhwanul Muslimin didirikan pada bulan Dzul Qai’dah 1347 H / april 1928 di kota Isma’illiyah. Pendirian dilakukan setelah pertemuan dikediaman pendiri dan mursyid ikhwanul muslimin yang pertama, Hasan al-Banna, yang dihadiri oleh 6 tokoh yang mendengar dan terkesan dengan khotbah beliau. Dalam pertemuan tersebut, 7 orang saling membai’at untuk hidup bersaudara dan berjuang untuk Islam.
Tahun 1932 M Hasan al-Banna pindah ke Kairo. Bersama itu pula gerakannya berpindah dari Isma’illiyah ke Kairo. Tahun 1352 H / 1933, beliau menerbitkan sebuah berita pekanan Ikhwan yang dipimpin oleh ustadz Muhibuddin Khatib. Selanjutnya terbit majalah An-Nadzir pada tahun 1357 H / 1938 M , lalu menyusul Asy-syihab. Seterusnya majalah dan berita Ikhwan terbit secara teratur.
Pada awal berdirinya pada tahun 1941, Gerakan Ikhwan hanya beranggotakan 100 orang, hasil pilihan langsung ustadz Hasan al-Banna sendiri.
Tahun 1948 ikhwan turut serta dalam perang paletina. Mereka masuk dalam angkatan perang khusus. Peristiwa ini telah direkam secara rinci oleh ustadz Kamil Syarif dalam bukunya Ikhwanul Muslimun fi Harbi Falasthin.
Pada tanggal 8 November 1948, Muhammad Fahmi Naqrasyi, perdana menteri waktu itu, membekukan Gerakan Ikhwan dan menyita harta kekayaannya serta menangkap tokoh – tokohnya.
Desember 1948 M.Naqrasyi diculik. Orang – orang ikhwan dituduh sebagai pelaku penculikan danpembunuhan tersebut. Ketika jenazah Naqrasyi di usung, pendukungnya berteriak ” Kepala Naqrasyi harus dibayar dengan kepala Hasan al-Banna ”. Dan pada tanggal 12 Februari 1949 Hasan al-Banna terbunuh oleh pembunuh mesterius.
Pada tahun 1950 berdasarkan keputusan Dewan Tertinggi Negara, bahwa Dewan memutuskan pembekuan Ikhwan selain tidak sah, juga inkonstitusional.
Tahun yang sama maka terpilihnya ustadz Hasan Al – Hudhaibi sebgai Mursyid ’ Am Ikhwanul Muslimin.
Oktober 1951 konflik antara antara Mesir dang Inggris semakin memuncak. Ikhwan melancarkan perang urat syaraf melawan Inggris di terusan Suez. Peristiwa ini telah direkam oleh Kamil Syarif dalam bukunya Al-Muqawamat As-Sirriyah fi Qanat Suwes.
Tanggal 23 Juli 1952, pasukan Mesir dibawah pimpinan Muhammad Najib, bekerja sama dengan Ikhwan melancarkan revolusi Juli. Tetapi kemudian Ikhwan menolak keja sama dalam pemerintahan, karena mereka mempunyai pendapat dan pandangan yang jelas tentang metode revolusi. Jamal Abdunnashr menganggap penolakan tersebut sebagai penolakan terhadap mandat revolusi. Kemudian kedua belah pihak terlibat serangkaian konflik dan permusuhan yang semakin hari semakin tajam. Akibatnya pada tahun 1954 pemerintah melakukan penangkapan besar – besaran terhadap anggota ikhwan dan beribu – ribu orang dijebloskan kedalam penjara. Alasan pemerintah, karena orang Ikhwan telah berupaya melakukan permusuhan dan mengancam kehidupan Jamal Abdunnashr. Bahkan pemerintah Mesir menghukum mati 6 anggota Ikhwan.
Pada tahun 1965 – 1966 bentrokan kembali terjadi kedua kalinya dengan pemerintahan Mesir dan tiga tokoh Ikhwan di hukum mati slah satu adalah seorang tokoh pemikir nomor dua setelah Hasan al-Banna beliau merupakan salah satu tokoh islam di zaman modern sekarang ini.
Hingga saat ini Ikwanul muslimin tersebar dibeberapa negara di dunia ini, Suriah, Irak, Yordania, Palestina dan Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar