Rabu, 30 September 2015

Kado 3 Purnama

Balon Impian
Tepat 3 purnama di kalimantan, banyak yang terjadi di tiga purnama yang telah ku lewati, suka duka menjadi seorang pengajar muda sudah bisa dirasakan atau bahkan aku sudah kebal dengan rasa duka – duka yang terus menghampiri ku. Kekebalan yang ku peroleh dari suka yang terus hadir setiap harinya dari murid – murid ku. Aku sadar untuk mengubah sesuatu tidak semudah yang di bayangkan di saat pelatihan, banyak proses yang harus di lewati untuk mencapai perubahan itu.

                Dengan anak kelas yang kinestetik aku tidak langsung menjudge semua kesalahan yang yang mereka lakukan, atau menghukum mereka dengan push up atau sit up yang biasa mereka dapatkan disaat melakuakn kesalahan. Untuk pertama aku coba masuk ke dunia mereka terlebih dahulu, ya dunia mereka adalah bermain, kami bermain ke sungai berenang, mengajak bermain catur atau dam agar mereka tidak mengira aku sebagai orang baru yang kata – katanya tidak begitu penting. Lama lkelamaan mereka dan aku tidak ada sekat yang memisahkan murid dengan gurunya. Mereka sering berkunjung ke rumah dinas guru untuk sekedar say hello atau hanya nanya boleh baca buku pak ?.
                Hari ini aku mulai melihat perubahan di mereka yang mana guru yang mengajar sebelumnya mengatakan bahwa kelas yang aku pegang saat ini juara nakalnya, tapi itu semua sudah berubah sedikit mereka sudah mulai menerapkan positive disiplin yang mereka buat, mereka sudah tidak makan dan minum di kelas, ribut berlari di atas meja atau ke wc beramai – ramai sampai kamar mandi tidak muat.
                Mereka tidak nakal, mereka sangat kritis terhadap sesuatu, jika ada sesuatu yang di jelaskan maka mereka tidak takut untuk bertanya kenapa bisa begitu, atau loh pak caranya kenapa begitu, maka jika guru yang tidak siap dengan sebuah jawaban yang dapat memuaskan mereka maka satu bisa marah dan menganggap mereka nakal.
                Hari ini mereka belajar mengenal benda dan sifat – sifatnya di bumi , lalu ku ajak mereka belajar di luar kelas dan ah ternyata mereka cepat sekali menangkap materi yang aku sampaikan, padat, cair dan gas ya mereka mengalami semuanya terlebih dahulu, padat mereka mengumpul batu kayu yang begitu banyak di sekitar mereka. Air yang berlimpah di tepi sungai yang hanya berjarak 3 meter dari sekolah kami. Lalu gas mereka aku ajarkan biar mereka mengalami dengan meniup balon dan semua itu seakan –akan belum pernah mereka alami selama belajar di sekolah.
                Setelah selesai lalu balon- balon untuk belajar tadi ku minta mereka untuk meniupnya dan menuliskan nama dan cita – cita mereka lalu ku gantung di atas langit – langit kelas agar mereka melihat setiap hari cita – cita mereka, ya kami menyebutnya balon cita – cita. Yang balonya habis anginnya terlebih dahulu  maka cita – citanya di aminin oleh Sang Maha Kuasa.
                Di kelas juga ku buat koran pemaaf , ya setiap mereka melakukan kesalahan baik ribut, berkelahi di kelas, makan minum dan pakaian tidak rapi maka mereka harus menulis permintaan maaf dan tidak akan mengulang lagi di kertas stikinot lalu di tempel pada koran pemaaf. Kenapa aku melakukan itu, aku ingin mereka menulis dan memerintahkan ke bawah alam sadar mereka untuk tidak mengulangi kesalahan yang di langgar mereka lagi. Aku tidak ingin melakukan hukuman berbentuk fisik push up atau yang lain karena murid – murid ku ini fisiknya sangat kuat, push up itu hal mudah bagi mereka. Dulu pernah ada cerita murid yang memilih push up seribu kali dari pada menghapal assosiatif, komutatif dan distributif. Aku tidak ingin hal itu terulang lagi kenapa, anak – anak tidak akan pernah bisa, jika mereka merasa sulit sedikit maka mereka memilih hukuman yang bersifat fisik.
                Mereka juga sudah mulai bisa menggunakan kartu toilet yang aku buat, kartu toilet untuk siswa dan siswi, fungsinya untuk membuat mereka lebih teratur dan tertib di kelas saat izin ke kamar kecil. Itu yang membuat hati ini gembira, karena aku yakin bahwa mereka bukanlah anak – anak nakal tapi mereka anak – anak pintar dengan kelebihan kinestetik.
                                                

                

0 komentar:

Posting Komentar