sobat udah lama banget ya gak becengkrama dengan dirimu, kala itu daku disibukkan dengan agenda - agenda akademik yang cukup menguras tenaga teman, tahukah teman selama dua bulan ini daku hidup disebuah lingkungan yang tidak terbayangkan.
dimana sebuah desa yang tidak terfikirkan oleh ku. desa yang bisa membuat aku memahami berbagai macam ragam karkater manusia.
dari yang kecil sampai yang tua, dari yang baik sampai yang kurang baik ada semua. namun itukah menjadi sebuah tantangan buat diriku ini, apakah mampu bertahan di sebuah lingkungan yang baru tersebut atau tidak, atau malah hanyut kedalam sistem yang ada didaerah tersebut.
kisah itu berawal pada tanggal 23 Oktober untuk sebuah pengabdian ke masyarakat yang merupakan salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi. Hari - hari di isi dengan berfikir bagaimana engkau memberikan suatu pembelajaran di masyarakat karena disana ami ditugaskan sebagai Motivator, Inspirator dan Inisiator.
oh... teman ternyata sulit untuk dapat menjalankan tugas tersebut, tidak semudah membalikkan telapak tangan dimana ada mereka yang apatis terhadap kehadiran kami namun ada juga yang antusias dengan adanya kami.
seminggu berlalu teman hari hari di isi dengan observasi permasalahan yang akan diselesaikan oleh kami cak caknyo kami ini dokter yang ingin mengobati pasien gitu.
Eh ternyata banyak masalah yang muncul namun kami memilih untuk memilah mana yang akan kami selesaikan dimana kami hanya di berikan waktu 2 bulan untuk itu semua. lalu kami mengambil sebuah masalah teman yang menurut saya masalahnya cukup unik.
ya bagaimana gak unik permasalahan tersebut adalah tidak ada akta kelahiran dan kartu keluarga di sebagian masyarakat tersebut, nah lo kok bisa sih.
ya bagaimana gak bisa.
saya : pak disini kok bisa masih ada yang belum membuat KK dan Akta Kelahiran
pak Rt : iya rata - rata disini ada yang mohon maaf "Malas" untuk mengurus hal tersebut. namun nanti pas perlu sibuk kesana kemari namun itu sebagian kecil. selain itu juga ada anak yang memiliki tiga nama panggilan jadi nama panggilan masuk juga kedalam server Ducapil di kabupaten sehingga banyak terjadi kesalahan.
saya ; lo kok bisa pak 1 orang punya tida nama ya ?
Pak rt ; ya itulah, di rumah di panggil mencet, di sekolah panggil ardo dan nama aslinya Firdaus.
saya ; wah susah juga ternyata ya (batinku)
ya udah pak entar kami ushaakan untuk coba membuat, lalu saya mencoba mencari cara untuk membuat Akta kelahiran dan Kartu Keluarga ke Dinas Ducapil. ya ternyata prosesnya ribet sangat teman.
syarat untuk membuat Akta itu adalah harus ada surat nikah, lalu harus ada kartu keluarga, ktp, surat keterangan dilahirkan oleh pihak puskesmas lalu salah satu jika tidak ada maka akta tidak dapat diproses contohnya surat nikah kalau surat nikah itu tidak ada maka harus meminta surat keterangan menikah di kantor lurah / desa dan harus ada saksi nikah juga.
kartu keluarga juga itu kalau mau buat akta kelahiran belum ada kartu keluarga maka harus membuat kartu keluarga terlebih dahulu ya. ya syaratnya surat nikah, ktp.
lalu kami mencoba membuat team untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut untuk mensurvei satu RT di lingkungan daerah tersebut.
ya alhamdulilah teman - teman team saya ini orang warna - warni, jadi seperti pelangi ada yang rajin, ada yang NATO, ada yang cuek, ada yang aneh dan ada yang malas itu sangat manusiawi karena ya itulah karakter mereka, namun mereka dapat bersatu jadi team yang saling melengkapi. Bersambung
Minggu, 29 Desember 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar