Rabu, 10 Oktober 2012

Cinta ku ditumbuhkan oleh waktu



Suatu hal yang tak dapat kuduga adalah ditakdirkannya saya masuk di Universitas Jambi setelah 3 kali mengikuti tes dan diterima di prodi yang saya sukai, yaitu kimia.
Kisah ini bermula pada bulan juni akhir 2009 rasa kegalauan dalam diri memuncak bahkan ada istilah lebih kren yaitu GEGANA( Gelisah  Galau Merana) itulah yang aku alami disaat tidak diterima kuliah udah ikut test ke 3 kalinya. Tapi alhamdulilah dalam saat keputusasaan ku untuk melanjutkan kuliah di bukalah satu jalur lagi dan diterima saya di Universitas Jambi, dan mengikuti Ospek dan sebagai dan daftar ulang dan sebagainya.
Saat itu semua kulakukan sendiri karna daku seorang laki-laki harus berani dan mandiri itulah prinsip dalam diriku, disaat itu aku dipertemukan dengan saudara – saudara ku yang luarbiasa di Masjid Al Ijtihad semua ini bermula Cinta itu.

Mas wahyu adalah nama samarannya beliau merupakan kakak tingkat yang membawa ku tersesat hingga sejauh ini dalam cinta tersebut. Hari pertama perkuliah disibukkan dengan menyiapkan bahan – bahan ospek dan segala sesuatunya yang ditugaskan kakak senior kepada kami mahasiswa baru.
Kala itu aku bertemu dengan teman – teman satu kelas, dan tidak satupun wajah yang kukenal jumlahnya kami adalah 30 orang, kala itu satu – persatu teman – teman memperkenalkan dirinya dan luar biasanya anak jalur madiri yang dibilang khalayak ramai bahwa jalur itu jalur buangan atau sisa eh ternyata ada juga berkumpul lulusan SMA bagus – bagus.

Dipilihlah ketua tingkatnya namanya untuk jadi ketua kelaslah kayak gitu di SMA dan SMP kalau di perkuliahan namanya Kating atau disebut ketua Tingkat dan dia adalah ardiansyah, seorang cowok yang gokil alias lucu, gendut dan suka usil.


Saat itu dimulailah ospek prodi yang kren habis, di dadan super nyentrik, dengan papan nama benzene dan turunannya, dan memakai baju merah, dan dikalungkan sumbu kompor di wantek warna kuning oh now mirip pengamin jalanan bahkan lebih parah dari itu.

Mana waktu itu aku dihukum dengan kakak senior disuruh berlari keliling fakultas 4 kali busyet dah nafas ni ngos-ngosan, udah selesai kena marah lagi padahal g ada salah da jika mereka salah kembali ke pasal satu kakak senior g pernah salah, habis kami di hajar oleh mereka.
Berangkat kami ditempat penginapan ospek, karna ospek kami dilaksanakan 3 hari denga menginap, daerah bumi perkemahan dekat pengebora minyak pertamina, super sekali siang hari rasanya panas minta ampun, seperti di panggang didalam oven.
Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar