Suatu hal yang tak dapat kuduga adalah ditakdirkannya saya
masuk di Universitas Jambi setelah 3 kali mengikuti tes dan diterima di prodi
yang saya sukai, yaitu kimia.
Kisah ini bermula pada bulan juni akhir 2009 rasa kegalauan
dalam diri memuncak bahkan ada istilah lebih kren yaitu GEGANA( Gelisah Galau Merana) itulah yang aku alami disaat
tidak diterima kuliah udah ikut test ke 3 kalinya. Tapi alhamdulilah dalam saat
keputusasaan ku untuk melanjutkan kuliah di bukalah satu jalur lagi dan
diterima saya di Universitas Jambi, dan mengikuti Ospek dan sebagai dan daftar
ulang dan sebagainya.
Saat itu semua kulakukan sendiri karna daku seorang
laki-laki harus berani dan mandiri itulah prinsip dalam diriku, disaat itu aku
dipertemukan dengan saudara – saudara ku yang luarbiasa di Masjid Al Ijtihad
semua ini bermula Cinta itu.
Mas wahyu adalah nama samarannya beliau merupakan kakak
tingkat yang membawa ku tersesat hingga sejauh ini dalam cinta tersebut. Hari
pertama perkuliah disibukkan dengan menyiapkan bahan – bahan ospek dan segala
sesuatunya yang ditugaskan kakak senior kepada kami mahasiswa baru.
Kala itu aku bertemu dengan teman – teman satu kelas, dan
tidak satupun wajah yang kukenal jumlahnya kami adalah 30 orang, kala itu satu
– persatu teman – teman memperkenalkan dirinya dan luar biasanya anak jalur
madiri yang dibilang khalayak ramai bahwa jalur itu jalur buangan atau sisa eh
ternyata ada juga berkumpul lulusan SMA bagus – bagus.
Dipilihlah ketua tingkatnya namanya untuk jadi ketua
kelaslah kayak gitu di SMA dan SMP kalau di perkuliahan namanya Kating atau
disebut ketua Tingkat dan dia adalah ardiansyah, seorang cowok yang gokil alias
lucu, gendut dan suka usil.
Saat itu dimulailah ospek prodi yang kren habis, di dadan
super nyentrik, dengan papan nama benzene dan turunannya, dan memakai baju
merah, dan dikalungkan sumbu kompor di wantek warna kuning oh now mirip
pengamin jalanan bahkan lebih parah dari itu.
Mana waktu itu aku dihukum dengan kakak senior disuruh
berlari keliling fakultas 4 kali busyet dah nafas ni ngos-ngosan, udah selesai
kena marah lagi padahal g ada salah da jika mereka salah kembali ke pasal satu
kakak senior g pernah salah, habis kami di hajar oleh mereka.
Berangkat kami ditempat penginapan ospek, karna ospek kami
dilaksanakan 3 hari denga menginap, daerah bumi perkemahan dekat pengebora
minyak pertamina, super sekali siang hari rasanya panas minta ampun, seperti di
panggang didalam oven.
Bersambung





0 komentar:
Posting Komentar